Selasa, 31 Januari 2012

Sejarah Kebumen

Sejarah awal mula berdirinya Kab.Kebumen ada beberapa versi( Pendapat )semua tdk dpt dipisahkan dg sejarah Mataram Islam.Hal ini disebabkan keterkaitan peristiwa yang terjadi pada saat Mataram berkuasa,didlm struktur kekuasaan tersebut,daerah kebumen masuk dlm kademangan Karanglo.

Versi I
Kebumen berdiri,berawal dari Panjer,Ki Bagus Bodronolo pada waktu Sultan Agung menyerbu Batavia ia membantu menjadi pegawai pangan kemudian diangkat menjadi senopati,ketika panjer dijadikan kabupaten ditunjuklah Suwarno dr Mataram
menjadi Bupati,sedangkan Ki Bodronolo diangkat menjadi Ki Gede Panjer Lembah
( Panjer Roma )dg gelar Roma I Pengangkatan tersebut berkaitan dengan jasanya saat
menangkal serangan Belanda yg mencoba mendarat di Pantai Petanahan,sedangkan anaknya
Ki Kertosuto menjadi patih Bupati Kebumen.Demang Panjer Gunung dipimpin oleh adiknya
Ki Hastrosuto beliau menyerahkan jabatan kpd Ki Hastrosuto dengan Gelar
Ki Panjer Roma II,Tokoh ini kemudian memberikan tanah kpd Pangeran Bumidirja
yg letaknya sebelah utara kelokan sungai Lukolo sehingga sangat amat terkenal daerah tersebut,kedatangan Kyai P Bumidirja menyebabkan kekhawatirannya, beliau pergi dr desa Lundong sedangkan Ki Panjer Roma II bersama tumenggung Wongsonegoro Panjer Gunung menghindar ke mataram,sedangkan Ki Kertowongso dipaksa untuk taat pd mataram dan diserahi penguasa dua Panjer dengan gelar Panjer III yang kemudian bergelar Tumenggung Kolopaking I ( krn berjasa memberi kelapa aking pd sunan ) disimpulkan bahwa lahirnya Kebumen mulai dr Panjer yaitu Tgl.26 Juni 1677

Versi II
Tumenggung Arung Binang I yg berdarah Mataram dititipkan pada pamanya Demang Kutawinangun,setelah dewasa lalu mencarayahnya ke Mataram setelah terbukti bahwa beliau keturunan raja, maka diangkatlah menjadi mantri Gladag Jdengan gelar Hanggawangsa,Setelah diambil menantu oleh Patih Surakarta kemudian diangkat menjadi Tumenggung I sampai keturunan yg ke III sedangkan Arung Binang IV sampai VIII secra resmi diangkat menjadi Bupati.

Versi III
Tokoh Kyai Pangeran Bumidirja,beliau adalah bangsawan ulama adik Sultan Agung Hanyokro Kusumo,ia terkenal sebagai penasehat raja yang berani menyampaikan yg benar itu benar dan yg salah itu salah,P Bumidirja sering memperingatkan raja apabila sdh melanggar batas2 keadilan dengan berpegang pd prinsip : agar raja adil dan bijaksanan
Sampai karena keberanianya P Bumi memperingatkan keponakanya,yaitu Sunan Amangkurat I krn sunan sdh melanggar paugeran keadilan dan bertindak kejam bahkan berkompromi dg VOC sehingga kemarahanpun memuncak kemudian merencanakan pembunuhan,dengan hukum Qishos terhadap kyai P Pekik dan keluarganya tidak lain adalah mertuanya sendiri
untuk menghadapi hal itu P Bumi lebih baik pergi sampai Panjer,Ki Bumi mendapatkan tanah di sebelah utara kelok sungai Lukolo, dibangunlah padepokan kemudian dikenal dengan daerah nama Ki Bumi atau Ki-Bumi-an tgl.26 Juni 1677.Berdasarkan bukti bukti
sejarah bahwa Kebumen berasal dari kata BUMI mendapat awalan Ke dan akhiran An yang menunjukan tempat. Ke-Bumi-an ( orang menyebut KEBUMEN )

Jaka Sangkrip
adalah anak Kyai Hanggayuda, karena sejak kecil ia menderita penyakit Ketrapen"puru"
ia disingkirkan keluarganya, pada waktu berumur 16 s/d 17 thn ia meninggalkan Kutawinangun dan berguru ke Kyai Amat Bojongsari dengan memkai nama samaran Surawijaya beliau termasuk murid yg luar biasa,setelah berguru ia berguru ngaji lagi di desa Selang kepada Kyai Jaiman.beliau pada masa mudanya senang melakukan tap brata
dan menolong orang sakit.
- Didesa Prajutan Surawijaya melakukan tapa ngluwat dibawah pohon "benda"
sehingga dpt mengobati penyakit lumpuh yang dialami keluarga Nalagati.
- Di Karangbolong saat melakukan tapa di Gua Manganti ia mendapat Cemeti dan
Kumbang ali-ali ( Roh halus ) dan dpt menjelma menjadi kera
- Di gunung Brencong ia bertapa dengan cara mengikuti peredaran matahari,kalau
pagimenuju ke timur,kalau sore menuju ke barat selam 15 hari.
- Di pantai selatan bertapa menimbun diri didalam pasir
Setelah bertapa lalu menuju ke Gunung Bulupitu dan memperistri ratu jin bernama
Nawangwulan,atas nasehat sang istri beliau pulang ke Kutawinangun dan diberi senjata 'Kyai Naracabala".

Letak Wilayah Kabupaten Kebumen :
7*27 - 7*51 Lintang selatan
109*33 - 109*50 Bujur timur

Batas Wilayah

- Sebelah timur : Kabupaten Purworejo & Kabupaten Wonosobo
- Sebelah utara : Kabupaten Banjarnegara
- Sebelah barat : Kabupaten Banyumas & Kabupaten Cilacap
- Sebelah selatan : Samudra Indonesia

Kecamatan ada = 26 Kecamatan a.l :

1.Ayah 2.Buayan 3.Puring
4.Petanahan 5.Klirong 6.Buluspesantren
7.Ambal 8.Mirit 9.Bonorowo
10.Prembun 11.Padureso 12.Kutawinangun
13.Alian 14.Poncowarno 15.Kebumen
16.Pejagoan 17.Sruweng 18.Adimulyo
19.Kuwarasan 20.Rowokele 21.Sempor
22.Gombong 23.Karanganyar 24.Karanggayam
25.Sadang 26.Karangsambung

Damin
Pasar Rebo Jakarta Timur